Skip to main content

Posts

3 Rekomendasi Gim Jadul di Senandung

Apakabar kawan SenandungWaktu? Kali ini kita bersenandung bukan hanya bercerita tentang sejarah Indonesia tempo doeloe, meskipun SenandungWaktu.com sudah menjadi merk tersendiri dan menjadi sumber blog-blog sejarah lain baik dalam maupun luar negeri tentang sejarah-tokoh sejarah Indonesia yang mungkin belum pernah diceritakan di blog lain bahkan di buku sejarah sekalipun. Meski demikian keabsahan cerita sejarah di SenandungWaktu bisa kami buktikan melalui saksi-saksi sejarah yang menyaksikan bahkan mengalami cerita sejarah itu sendiri. Kali ini pembahasan SenandungWaktu tidak akan berat-berat mengulas sejarah individu tokoh sejarah Indonesia, namun kita coba sedikit rileks dengan gim-gim jadul yang bisa kamu mainkan dan kita rekomendasikan untuk dimainkan kembali sebagai pengingat bahwa gim tersebut pernah "viral" pada masanya. Sekarang ini masanya gim melalui aplikasi android atau ios. Ya betul sekali, beragam gim ditawarkan, baik gim dengan performa biasa-biasa hingga gim y
Recent posts

UPAYA PEMBUNUHAN BUNG KARNO PADA SHOLAT IDUL ADHA

Photo yang diambil sesaat sebelum kejadian Suara takbir berkumandang di mesjid – mesjid pada malam menjelang Idul Adha 1381 H / 14 Mei 1962 di seluruh penjuru Jakarta, bersiap menyambut datangnya hari yang istimewa dalam sejarah umat manusia dimana seorang hamba menunjukkan ketaqwaannya kepada sang Khalik dengan kerelaan berkorban yang tiada duanya. Tapi pada malam itu rasa gundah bercampur waswas menyelimuti perasaan AKBP Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi yang bertugas menjaga keselamatan presiden.  Bagaimana tidak, siang sebelumnya ia menerima informasi bahwa akan terjadi upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno saat melaksanakan sholat Idul Adha yang hendak diselenggarakan di halaman antara Istana Merdeka dan Istana Negara. Mangil  menyadari bahwa info ini bukan isapan jempol mengingat pada hari Idul Fitri di tahun yang sama rencana serupa sudah ada tetapi terbongkar  dan para pelakunya dapat ditangkap. Maka segala daya dan upaya dikerahkan untuk mengagal

MENU DAGING TIKUS PERSEMBAHAN AIDIT

Jenderal A.H. Nasution memberikan ucapan selamat atas dilantiknya KH. Saifuddin Zuhri sebagai menteri agama, sementara DN Aidit melirik dengan sinis. Khazanah  kuliner Nusantara pernah dibuat geger oleh inovasi DN Aidit ketika ia  menawarkan lauk pauk baru untuk dijadikan santapan rakyat Indonesia, apa itu ? Ternyata daging TIKUS  saudara – saudara !!!  Ya, Aidit  berpendapat bahwa makan tikus sangat baik bagi kita, seperti kisah dibawah ini yang dinukil dari buku biografi menteri agama RI tahun 60-an, K.H. Saifuddin Zuhri yang berjudul Berangkat dari Pesantren. Dalam suatu rapat umum PKI di Istora Senayan, anggota Pemuda Rakyat ( pemudanya PKI ) ramai – ramai memakan dendeng tikus. Tidak berselang lama setelah itu dalam sidang DPA yang membicarakan penanganan hama tikus,  Aidit yang duduk bersebelahan dengan Saifuddin Zuhri bertanya kepada ketua sidang, Bung Karno : “Saudara Ketua,baiklah kiranya ditanyakan kepada Menteri Agama yang duduk di sebelah kanan saya ini, bagaimana hu

BAKU TEMBAK RPKAD VS PASUKAN G 30 S DI SEKITAR HALIM

Sri M. Herlambang memberi instruksi untuk menghindari bentrokan di Halim, 2 Oktober 1965 Pidato Men/Pangau Laksdya. Omar Dani yang  dinilai memihak G 30 S oleh pihak TNI AD, memunculkan anggapan bahwa para pelaku G 30 S membawa para jenderal yang telah diculik ke pangkalan udara Halim Perdanakusumah. Keadaan semakin genting ketika muncul isu bahwa markas Kostrad yang berada di Jl. Medan Merdeka Timur akan dibom oleh pesawat TNI AU, sehingga markas Kostrad dikosongkan dan pasukan RPKAD bermaksud menyerang Halim. Rencana penyerangan Halim diketahui Omar Dhani karena Mayjen. Soeharto menelpon Waperdam Leimena dan meminta Bung Karno  ( yang sedang berada di Halim sehubungan istana dikepung pasukan liar ) keluar dari tempat tersebut. Omar Dani beranggapan akan kacau jika pasukan AU melawan, maka ia bermaksud terbang ke PAU Iswahyudi bersama Pangkoops. AU Komodor Udara Leo Watimena. Di dalam pesawat Hercules, Omar Dani memerintahkan Leo mengirim radiogram yang akan disampaikan ke Mayjen.

PEMBERONTAKAN PETA DI CILEUNCA - PANGALENGAN

Tidak hanya di Blitar, asrama tentara PETA ada yang bertempat di Cilacap dan Pangalengan, dan di ketiga tempat tersebut semuanya terjadi pembontakan terhadap tentara Jepang. Adapun yang akan diulas disini adalah kisah pemberontakan di Pangalengan hasil penelusuran sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara. Amar Soetisna Seperti halnya di kedua tempat yang lain, di markas PETA Pangalengan pun tumbuh kesadaran dalam diri setiap prajurit pribumi bahwa boleh – boleh saja mereka mendapat ilmu kemiliteran dari pihak Jepang, tetapi bukan berarti harus selamanya tunduk dan menutup mata terhadap penderitaan rakyat yang ditimbulkan oleh penjajahan Jepang. Oleh karena seorang prajurit bernama Amar Soetisna mengajak rekan – rekannya untuk segera angkat senjata melawan para tentara Jepang. Namun komandan peleton Poniman ( kelak di masa Orde Baru menjabat Menhankam ) membujuk Amar untuk menunda niatnya tersebut karena kekuatan pasukan tentara PETA dinilai masih lemah.     Tetapi situasi kembali me

SURAT BERTINTA DARAH DARI OTO ISKANDAR DI NATA, SANG PENCIPTA PEKIK MERDEKA

Salam adalah sebuah kata yang khas dan digunakan oleh komunitas tertentu dengan harapan dapat menyatukan visi dan misi diantara mereka. Sebagaimana kaum muslimin menggunakan kalimat Assalamua’alaikum maka bangsa Indonesia pun ketika baru merayakan kemerdekaan bangsanya membutuhkan sebuah salam nasional yang fungsinya selain seperti tertulis diatas juga menjadi pembeda bagi mereka berjiwa republiken dan yang pro penjajah. Untuk itulah kata merdeka diciptakan, dan menjadi popular karena peran Bung Karno. Adapun salam merdeka lebih tepat disebut pekik karena pengucapannya harus disertai semangat. Sayang sekali Bung Karno tidak menyebut secara eksplisit siapa pencipta pekik merdeka tersebut. Ia hanya menyebut bahwa pada tanggal 19 Agustus 1945 dirinya berbincang – bincang dengan Oto Iskandar Di Nata (Otista) mengenai perlunya pekik yang dapat menggelorakan jiwa seluruh rakyat Indonesia. Yang diusulkan pada waktu itu baru kata “Hidup”, “Indonesia”, “Indonesia Merdeka”. Berlainan deng

FITNAH PKI TERHADAP BUNG TOMO

Bung Tomo dalam sebuah pertemuan bersama Bung Syahrir Setiap tanggal 10 November, rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Adapun mengapa hari itu ditetapkan sebagai hari pahlawan karena pada hari itu terjadi pertempuran rakyat Surabaya melawan sekutu yang mencerminkan semangat pantang menyerah  rakyat Indonesia pada umumnya. Dan semangat pantang menyerah tersebut antara lain dibakar oleh pidato – pidato Bung Tomo. Bung Tomo tidak pernah melupakan kepahlawanan rakyat Surabaya, dan untuk itu ia ingin membalas budi, khususnya kepada mereka yang punya pekerjaan sebagai tukang becak. Masih terbayang di mata Bung Tomo pada pertempuran Surabaya banyak tukang becak yang ikut maju ke garis depan. Sebagai seorang yang menaruh minat besar pada masalah ekonomi, Bung Tomo bermaksud meningkatkan kesejahteraan para tukang becak yang ada di Surabaya dengan jalan membuat industri kecil yang modalnya didapat dari tabungan para tukang becak. Menurut perhitungan Bung Tomo, pada tahun 1953 ad